Pages

Selasa, 08 Mei 2012

Manchester United tetap terbaik

MANCHESTER, KOMPAS.com — Bek Manchester United (MU), Patrice Evra, mengatakan, timnya tetap tim terbaik Inggris, sekalipun akhirnya gagal menjuarai Premier League musim ini. Meski begitu, Evra sendiri mengaku masih yakin timnya berpeluang membalik keadaan pada momen paling krusial.

"Jika kami tak menjuarai liga, akan ada banyak orang mengatakan bahwa ini adalah akhir kekaisaran dan bertanya bagaimana kami akan bertahan," ujar Evra.

"Namun, klub ini memiliki potensi yang sangat besar dan kami mengarungi musim ini dengan masalah cedera pemain dan kehilangan sejumlah pemain berpengalaman pada musim panas lalu."

"Tak mudah menemukan solusi dalam waktu singkat, tetapi ini (dominasi MU) belum berakhir," ulasnya.

MU saat ini duduk di peringkat kedua klasemen dengan 86 poin, atau hanya kalah selisih gol dari penguasa sementara, Manchester City. Hal tersebut tak lepas dari kekalahan 0-1 yang dialami MU pada derbi Manchester, 30 April lalu.

Kedua kubu sama-sama menyisakan satu pertandingan lagi. Pada pertandingan terakhir, sementara MU akan menghadapi Sunderland, City akan bertemu Queens Park Rangers. 

Keadaan itu diakui Evra merupakan pukulan keras bagi timnya, mengingat pada pekan ke-33 MU menguasai klasemen dengan selisih delapan poin dari City.

"Ketika musim menyisakan lima pertandingan, kami unggul delapan poin dari City dan sekarang poin kami sama dengan mereka. Kami semua tahu apa artinya bermain untuk United. Kami mencintai klub ini dan kami semua kecewa," aku Evra.

"(Setelah kalah dari City) kami tak bisa langsung kembali ke kehidupan pribadi kami. Ketika Anda bermain untuk United, (pekerjaan) adalah segalanya. Jadi, ketika sesuatu tak berjalan sesuai rencana, Anda mengalami kesedihan dalam hidup Anda, bukan hanya di lapangan."

"Aku hanya manusia. Ketika mendapat hasil buruk, aku merasa kecewa dan kami memang tidak cukup bagus ketika menghadapi City. Aku tidak malu mengakui itu. Aku merasa tidak nyaman dan sulit tersenyum."

"Kami semua sangat sedih. Kami merasa seolah-olah telah membiarkan diri kami jatuh. Suporter kecewa. Staf kecewa. Para pemain kecewa."

"Namun, kami masih hidup. Itu penting untuk diingat. Aku telah melihat banyak hal dalam sepak bola. Jadi, kenapa mustahil muncul kejutan (MU juara)? Ada begitu banyak hasil aneh musim ini. Itulah kenapa aku masih punya harapan."

"Menurutku, persaingan belum berakhir. Namun, menyakitkan bagiku, ketika berpikir bahwa kami sempat unggul delapan angka dan membiarkan City kembali masuk persaingan juara."

"Namun, itulah kenyataan dan kami tak bisa sembunyi dari itu. Aku masih percaya kami bisa juara. Untuk menjaga harapan itu, kami harus memberi diri kami kesempatan untuk tetap yakin," tuturnya.


Artikel ini diambil dari
http://bola.kompas.com/read/2012/05/08/03395015/Evra.Tanpa.Gelar.MU.Tetap.Terbaik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar